Pages

Random post

Memotret air terjun di waktu yang tepat

Jumat, 30 Agustus 2013



Air terjun terlihat indah tapi secara teknis sulit untuk memotret ari terjun. Temukan cara dan teknis kreatif fotografi air terjun berikut ini. Air terjun menjadi subjek favorit pagi pecinta fotografi landscape. Dengan keindahan gerakan air yang selalu berubah karakternya semakin menambah keindahan alamnya.
Contoh Foto Air Terjun Gerakan adalah aspek kunci dari air terjun, jadi pastikan untuk memasukkannya ke dalam foto Anda. Image by Paul Bica.
Namun memotret air terjun menjadi tantangan tersendiri jika belum memahami teknisnya. Tips fotografi berikut tentang tips memotret air terjun yang akan membantu Anda mengambil gambar air terjun yang menakjubkan. Karena jika kita sudah menguasai sisi teknis dan memiliki rasa kreatif memotret subjek air terjun itu menjadi sangat menarik.

Tips Memotret Air Terjun

Abadikan Gerakan Air Terjun

Salah satu hal yang paling menarik tentang air terjun adalah gerakan airnya itu sendiri. Dari aliran air yang berkelok-kelok di bebatuan, percikan dari semburan air yang menabrak bebatuan. Air terjun selalu penuh energi dan keindahan.
Kunci untuk menangkap gerakan air terjun ini adalah memilih pengaturan kamera terbaik sebelum kita mulai memotret. Atur kamera Anda ke pilihan Shutter Priority or Manual mode untuk pengaturan detailnya sebagai berikut:
1. Shutter Speed
Setiap air terjun itu berbeda, dan tidak ada satu patokan shutter speed atau kecepatan rana yang digunakan, tetapi jika kita ingin menangkap gerakan air terjun, kita harus menggunakan kecepatan rana lambat, biasanya digunakan 0.3 detik hingga beberapa detik sampai efek mendapatkan efek yang diinginkan.
Aturan praktis memotret air terjun yang baik adalah memulai dengan kecepatan 1 detik dan tes mengambil gambar. Cek hasil fotonya pada layar LCD kamera Anda dan sampai Anda mendapatkan efek kabut atau efek lainnya.
2. Gunakan Tripod
Dengan kecepatan rana rendah kita tidak akan dapat memegang kamera dengan tangan. Sebuah tripod kokoh merupakan aksesori kamera digital penting memotret air terjun.
3. ISO
Set ISO Anda serendah mungkin, biasanya sekitar ISO 100 atau lebih rendah bila memungkinkan. Hal ini mengurangi sensitivitas kamera kita, memungkinkan kita untuk menggunakan kecepatan rana lambat tanpa overexposure. Menggunakan setingan ISO rendah juga memiliki manfaat tambahan untuk mengurangi noise.
4. Diafragma
Menggunakan pengaturan aperture lensa hingga semsempit mungkin akan mengabitkan waktu bukaan rana semakin lama. Namun dengan menggunakan setingan bukaan kecil akan memberikan kedalaman maksimum foto air terjun kita, serta membuat detail fokus foto yang maksimal.
5. Filter
Jika kita tidak bisa mendapatkan pengaturan shutter speed lambat maka kita harus menggunakan beberapa filter untuk mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke sensor kamera. Filter neutral density (ND) bisa digunakan untuk mengurangi cahaya serta merubah efek warna air terjun.
Filter alternatif lainnya yang sangat baik adalah filter polarisasi (CPL). Filter CPL dapat melakukan pekerjaan yang sama seperti filter ND dan juga memiliki manfaat tambahan untuk mengurangi refleksi (misalnya dari air, batu basah, dan daun) dan meningkatkan saturasi warna untuk gambar yang lebih jelas.
Sinar matahari yang sangat cerah dengan mudah dapat merusak foto air terjun. Karena kekuatan cahaya yang menyinari air terjun akan menyulitkan kita untuk mendapatkan exposure yang tepat. Hal ini juga menyebabkan banyaknya refleksi di air di benda yang basah.
Tips Memotret Air Terjun Hindari sinar matahari terang untuk menjaga eksposur Anda bahkan. Image by Nicholas.
Untuk menghindari masalah ini, memotret air terjun disarankan saat setelah dan sesudah matahari terbit atau terbenam. Karen saat waktu tersebut cahaya matahari masih lembut dan lebih menyebar. Saat matahari terbit dan ternggelam membuat kita lebih mudah untuk mendapatkan eksposur yang baik. Selain itu cahaya yang masuk ke sensor kamera juga akan berkurang sehingga memungkinkan kita untuk menggunakan setingan kamera dengan kecepatan rana lambat. Hari mendung juga bisa menghasilkan kondisi pencahayaan yang sangat baik untuk alasan yang sama.

Cari Komposisi yang Menarik

Dengan semua aspek teknis memotret air terjun yang perlu dipertimbangkan, sangat mudah untuk melupakan sisi kreatif memotret air terjun itu sendiri. Air terjun yang sama seperti subjek fotografi lainnya yang sudah banyak diunggah jejaring sosial, dan itu kita perlu meluangkan waktu untuk memilih komposisi menarik.

Mencari Sudut Pandang yang Tidak Biasa

Ketika dihadapkan dengan memotret air terjun, kebanyakan orang akan memotret dengan berdiri tepat di tepi sungai atau hilir dan mengarahkan kamera kita secara langsung di air terjun. Dengan cara begini kita akan mendapatkan foto air terjun yang membosankan, karena sudah sangat sering melihat foto air terjun dengan sudut pandang seperti itu.
Komposisi Foto Air Terjun Mencari sudut yang tidak biasa. Image by Jeff Smallwood.
Luangkan waktu menjelajahi sekitar air terjun untuk menemukan komposisi yang lebih menarik. Cobalah memotret dari atas, melalui pohon atau semak-semak, dari balik air terjun, atau dari atas sungai untuk mencari sudut pandang yang tidak biasa dan lebih kreatif.

Sertakan Pemandangan atau Orang

Harus dikatakan bahwa banyak air terjun terlihat sangat mirip satu sama lainnya, dan kadang-kadang kita mendapatkan perasaan bahwa jika kita pernah melihat salah satu air terjun yang sama padahal kedatangan pertama. Sebuah cara yang bagus untuk memotret air terjun dengan memasukkan unsur-unsur lain yang menambah keindahan air terjun tersebut.
Foreground batu, jembatan, dan tanaman semuanya dapat membantu untuk memberikan konteks foto kita lebih menarik. Dengan cara ini dapat memberikan penampilan rasa yang lebih baik yang pernah kita lihat sebelumnya.

Memotret air terjun dengan bentuk landscape

Karena air terjun cenderung tinggi dan kurus, kebanyakan orang memegang kamera mereka dengan cara portait. Sekali lagi, ini sering menghasilkan foto yang sama seperti foto air terjun yang sudha ada. Memegang kamera Anda dalam orientasi landscape mungkin tampak wajar, tapi hal ini akan memaksa Anda untuk mengambil foto dengan lebih kreatif dengan cara membingkai semua keindahan di sekitar air terjun.

sumber dari : tipsfotografi.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar