Pages

Random post

Udang Asam Manis, Goreng Tepung

Minggu, 30 Juni 2013

Resep Membuat Udang Asam Manis, Goreng Tepung - Bagi anda seorang pecinta kuliner, resep masakan Udang Asam Manis, Goreng Tepung sudah tidak asing lagi dan mungkin suatu saat anda memasak untuk anda hidangkan pada anggota keluarga. untuk membuat hidangan ini tidaklah sulit. Berikut adalah Resep Cara Memasak Udang Asam Manis, Goreng Tepung...
Resep Membuat Udang Asam Manis, Goreng Tepung



Resep Membuat Udang Asam Manis

Bahan Resep Udang Asam Manis:

  • 1 kg (18-20 ekor) udang besar
  • 1/2 sdt garam
  • 200 gram margarin
  • 2 cm jahe, cincang
  • 2 batang daun bawang, iris 2 cm
  • 1-2 sdt tepung kanji, larutkan dalam 100 ml air
  • bawang putih

Saus Udang Asam Manis : 

  • 125 ml saus tomat botolan
  • 1sdm kecap asin
  • 2 sdm kecap manis
  • 1 sdm air jeruk lemon

Cara Membuat Udang Asam Manis :

  • Bersihkan udang, belah punggungnya, keluarkan urat hitamnya. Biarkan kulit kepala dan ekor. Lumuri udang dengan garam, sisihkan sebentar.
  • Panaskan margarin dalam wajan, masukkan udang, goreng hingga berwarna merah, angkat, tiriskan.
  • Panaskan kembali 5 sdm margarin bekas menggoreng udang, tumis bawang putih dan jahe sampai harum. Masukkan campuran saus dan daun bawang, aduk.
  • Masukkan udang goreng, aduk. Tambahkan larutan tepung kanji, aduk hingga mengental, angkat
  • Hidangkan selagi panas, Karen waktu panas seperti inilah yang enak.
  • Hidangkan Resep Udang Asam Manis diwaktu makan siang Anda bersama keluarga.

=======================================

Resep Membuat Udang Asam Manis, Goreng Tepung


Resep Membuat Udang Goreng Tepung

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :

  • 300 gram udang jerbung sedang kupas, dikerat
  • 1 sendok teh air jeruk nipis
  • 1/2 sendok teh kecap asin
  • 1/4 sendok teh merica bubuk

Bahan pelapis (aduk rata):

  • 25 gram tepung bumbu siap pakai
  • 1 sendok teh tepung sagu
  • Bahan paniran:
  • 2 putih telur
  • 50 gram panir kasar
  • tusuk gigi
  • minyak untuk goreng

Cara Pengolahan :

  • Aduk udang dengan air jeruk nipis. Diamkan 5 menit.
  • Tiriskan udang. Campur dengan kecap asin, dan merica bubuk. Diamkan selama 15 menit. Tiriskan.
  • Tusuk udang dengan tusuk gigi supaya lurus. Biarkan pangkal tusuk gigi kelihatan untuk pegangan saat akan dimakan.
  • Gulingkan udang di pelapis. Celupkan ke putih telur. Gulingkan ke tepung panir.
  • Goreng dengan minyak yang dudah dipanas diatas api sedang sampai matang. Tiriskan. Sajikan. Untuk 5 porsi

Jenis-Jenis Pipa

Jumat, 28 Juni 2013

Dari sekian jenis pembuatan pipa secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu :
1. Jenis pipa tanpa sambungan (pembuatan pipa tanpa sambungan pengelasan)
2. Jenis pipa dengan sambungan (pembuatan pipa dengan pengelasan)
Bahan-bahan pipa secara umum :
Bahan-bahan pipa yg dimaksud disini adalah struktur bahan baru pipa tersebut yg dapat dibagi secara umum sebagai berikut:
1. Carbon steel
2. Carbon Moly
3. Galvanees
4. Ferro Nikel
5. Stainless Steel
6. PVC (Paralon)
7. Chrom Moly
Sedang bahan-bahan pipa secara khusus dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Vibre Glass
2. Aluminium (Aluminium)
3. Wrought Iron (besi tanpa tempa)
4. Cooper (Tembaga)
5. Red Brass (kuningan merah)
6. Nickel cooper = Monel ( timah tembaga)
7. Nickel chrom iron = inconel (besi timah chrom)
Komponen perpipaan :
Komponen perpipaan harus dibuat berdasarkan spesifikasi standar yg terdaftar dalam simbol dan kode yg telah dibuat atau dipilih sebelumnya.
Komponen perpipaan yg dimaksud disini meliputi :
1. Pipes (pipa-pipa)
2. Flanges ( flens-flens)
3. Fittings (sambungan)
4. Valves (katup-katup)
5. Boltings (baut-baut)
6. gasket
7. Specials items
Pemilihan bahan :
Pemilihan bahan perpipaan haruslah disesuaikan dengan pembuatan teknik perpipaan dan hal ini dapat dilihat pada ASTM serta ANSI dalam pembagian sebagai berikut
1. Perpipaan untuk pembangkit tenaga
2. Perpipaan untuk industri bahan migas
3. Perpipaan untuk penyulingan minyak mentah
4. Perpipaan untuk pengangkutan minyak
5. Perpipaan untuk proses pendinginan
6. Perpipaan untuk tenaga nuklir
7. Perpipaan untuk distribusi dan transmisi gas
Selain dari penggunaan instalasi atau konstruksi seperti diterangkan diatas perlu pula diketahui Jenis aliran temperatur, sifat korosi, Faktor gaya serta kebutuhan lainnya dari aliran serta pipanya.
Macam Sambungan Perpipaan :
Sambungan perpipaan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Sambungan dengan menggunakan pengelasan
2. Sambungan dengan menggunakan ulir
Selain sambungan seperti diatas terdapat pula penyambungan khusus dengan menggunakan pengeleman (perekatan) serta pengkleman (untuk pipa plsatik dan pipa vibre glass).
Pada pengilangan umumnya pipa bertekanan rendah dan pipa dibawah 2″ sajalah yg menggunakan sambungan ulir.
Tipe sambungan cabang:
Tipe sambungan cabang (branch connection)dapat dikelompokkan sbb:
1. Sambungan langsung (stub in)
2. Sambungan dengan menggunakan fittings (alat penyambung)
3. Sambungan dengan menggunakan flanges (flens-flens)
Tipe sambungan cabang dapat pula ditentukan pada spesifikasi yg telah dibuat sebelum mendesain atau dapat pula dihitung berdasarkan perhitungan kekuatan, kebutuhan, dengan tidak melupakan faktor efektifitasnya. Sambungan cabang itu sendiri merupakan sambungan antara pipa dengan pipa, misal sambungan antara header dengan cabang yg lain apakah memerlukan alat bantu penyambung lainnya atau dapat dihubungkan secara langsung, hal ini tergantung kebutuhan serta perhitungan kekuatan.
Diameter, Ketebalan, Schedule :
Spesifikasi umum dapat dilihat pada ASTM (American Society of Testing Materials).Dimana disitu diterangkan mengenai Diameter, Ketebalan serta schedule pipa. Diameter Luar (Outside Diameter), ditetapkan sama walaupun ketebalan (thickness)berbeda untuk tiap schedule. Diameter dalam (Inside Diameter), ditetapkan berbeda untuk setiap schedule. Diameter Nominal adalah diameter pipa yg dipilih untuk pemasangan ataupun perdagangan (commodity). Ketebalan dan schedule, sangatlah berhubungan, hal ini karena ketebalan pipa tergantung daripada schedule pipa itu sendiri.
Schedule pipa ini dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Schedule 5, 10 , 20, 30, 40, 60, 80, 100, 120, 160.
2. Schedule standard
3. Schedule Extra strong (XS)
4. Schedule double Extra Strong (XXS)
5. Schedule special
Perbedaan-perbedaan schedule ini dibuat guna :
1. Menahan internal pressure dari aliran
2. Kekuatan dari material itu sendiri (Strength of material)
3. Mengatasi karat
4. Mengatasi kegetasan pipa.
Untuk melihat ukuran diameter, ketebalan, dan schedule dapat dipelajari tabel-tabel
Alat-alat khusus:
Alat-alat khusus dalam bab ini hanya membicarakan mengenai saringan (strainer) dan alat perangkap uap (steam Trap)
Saringan (strainer)
saringan (strainer) gunanya adalah sebagai alat penyaring kotoran baik yg berupa padat, cair atau gas. Alat penyaring ini digunakan pada jalur pipa guna menyaring kotoran pada aliran sehingga aliaran yg akan diproses atau hasil proses lebih baik mutunya.
Tipe-tipe alat penyaring ini dapat dibagi menjadi :
1. Tipe T. Tipe ini digunakan secara umum untuk memperluas ruang dan meredusir tekanan pada jalur pipa
2. Tipe Y
3. Tipe sementara
4. Tipe datar
Perangkap Uap (steam Trap):
Steam Trap merupakan alat yg digunakan untuk menyingkirkan air dari uap, dimana air ini tidak ada gunaya bahkan akan memberikan hambatan pada aliran uap atau dapat menimbulkan kerugian lainnya. Perangkap uap ini ditempatkan pada tempat terendah dari suatu jalur perpipaan atau dipasang pada kantung pipa yg disebut Drip Leg
Cara Kerja:
1. Steam Trap pada daerah jalur pipa yg terendah dimana disitu dianggap air mungkin  telah menggantungkan pada kantung pipa (Drip Leg)
2. Steam trap ini akan mengosongkan air ke sistem uap yg mempunyai tekanan lebih rendah
3. Sistem perangkap yg tertutup didalam pengosongan air menggunakan katup-katup pada sisi perangkap tersebut.
4. Gunakan saringan seandainya sistem perangkap ini belum menggunakannya. Pasang katup uji untuk pembuangannya selama pengetesan aliran (start up).
VENT dan DRAIN
Vent adalah suatu alat pembuangan gas, udara atau uap air. sedangkan drain adalah suatu alat pembuangan zat cair. Pada sistem pembuangan yg terdapat pada pipa atau equipment, Vent dan Drain dalam cara kerjanya dapat dibagi dua bagian yaitu : bekerja dan tidak bekerja.
Untuk Vent dan Drain yg dikelompokkan bekerja, dimaksudkan bahwa peralatan ini digunakan pada pipa atau equipment dalam keadaan bekerja dalam jangka waktu lama atau terus menerus. Vent dan Drain dikelompokkan tidak bekerja hanya digunakan pada waktu tertentu saja, misalnya pada saat pengetesan, start up atau shut down. Untuk Vent dan Drain pemasangannya haruslah disetujui piping engineering group terlebih dahulu, baik mengenai pemakaiannya maupun penempatannya. Selain itu harus pula diperhatikan pemasangan sumbat pada katupnya seperti plug atau blind flange.
Untuk hal yg khusus yaitu aliran yg mempunyai tingkat bahaya tinggi, penempatannya dan penggunaannya harus benar-benar diperhitungkan serta dikontrol pelaksanaannya.
Cara Penempatan Lokasi Vent dan Drain
Penempatan vent dan drain haruslah benar-benar diperhitungkan sehingga penggunaannya benar-benar efektif serta aman. Jangan sampai pemasangan vent dan drain ini terbalik, akan hal ini akan berakibat fatal, misalnya untuk aliran beracun atau mudah terbakar.
Penempatan vent pada pipa atau equipment diusahakan pada tempat yg paling tinggi karena fungsinya sebagai pembuangan ke udara. Begitu pula pada penempatan drain haruslah pada tempat yg rendah sesuai fungsinya sebagai pembuangan cairan atau pembersihan cairan serta pembuangan kotoran pada jalur pipa atau equipment.
Jenis-Jenis, komponen dan perlengkapan
Jenis-jenis pipa, hose dan cubing pada dasarnya terdiri dari :
1. Spiral welding pipe (pipa las spiral)
2. SMLS pipe (pipa tanpa sambungan)
3. Welded Pipe
4. SAW pipe
5. FBW pipe
6. C & W pipe
7. EFW pipe
8. ERW pipe
9. Lined Pipe
10. Hose
11. Tubing (cubing)
12. Pipe Niple (pipa nipel)
Jenis-jenis flens (flanges) terdiri dari :
1. Blind flange (flens buta)
2. Weld neck flange (flens las di leher)
3. Weld neck orifice flange (flens orifis las di leher)
4. Slip on flange (flange sambungan langsung)
5. So. red flange (flens memperkecil sambungan sock)
6. SW red flange ( flens memperkecil sambungan sock di las)
7. Socket weld flange (flens sambungan sock di las)
8. Threaded flange (flens sambungan ulir)
9. Stub flange ( flens tonggak)
10. ST red flange (flens memperkecil ST)
11. LPA joint flange (flens sambungan LPA)
12. Socket type flange( flange tipe sock)
13. Weld neck red flange (flens memperkecil las dileher)
Jenis-jenis katup :
1. Gate Valve (katup pintu)= Fungsi untuk membuka & menutup sepenuhnya
2. Ball valve (katup bola)= Fungsi untuk membuka & menutup dan mangatur aliran
fluida secara lebih cepat
3. Globe valve (katup dunia) = Fungsi untuk mengatur besar kecilnya aliran &       tekanan
4. Check Valve (katup cek)= Fungsi untuk mencegah aliran ke satu arah saja
5. Butterfly valve (katup kupu-kupu)= Fungsi untuk membuka & menutup aliran   lebih cepat
6. Diaphragma valve (katup diaphragma)= Fungsi untuk membuka & menutup   dengan diaphragma
7. Knife gate valve (katup pintu pisau)
8. Needle valve (katup jarum)
9. Plug valve (katup sumbat)
10. Wafer check valve (katup cek wafer)
Jenis-jenis alat penyambung :
pada dasarnya alat penyambung ini dikelompokkan dalam dua bagian :
A. Jenis sambungan dengan pengelasan :
1. 45 derajat elbow
2. 90 derajat elbow
3. 180 derajat elbow
4. Concentric reducer (pemerkecil sepusat)
5. Eccentric reducer ( pemerkecil tak sepusat)
6. Tee
7. Cross (silang)
8. Cap (tutup)
9. Red Tee (pemerkecil tee)
10. Swage concentric BSE (sweg sepusat ujung bevel)
11. Swage eccentric (sweg tak sepusat ujung bevel)
B. Jenis sambungan dengan ulir
1. Bushing (paking)
2. Cap (tutup)
3. Coupling
4. Red coupling (kopling pemerkecil)
5. 45 derajat elbow
6. 95 derajat elbow
7. 45 derajat lateral
8. Reducer (pemerkecil)
9. Tee
10. Red Tee
11. Cross (silang)
12. Plug (sumbat)
13. Union
14. Swage concentric (sweg sepusat)
15. Swage eccentric (sweg tak sepusat)
Jenis alat sambungan cubing
1. Male adapter (jantan)
2. Female adapter(betina)
3. Cap (tutup)
4. Male connection
5. Female connection
6. Plug (sumbat)
7. Male bulkhead (jantan kepala banyak)
8. Female bulkhead (betina kepala banyak)
9. 90 derajat union elbow (siku union 90 derajat)
10. Male 90 derajat elbow
11. Female 90 derajat elbow
12. Reducer (pemerkecil)
13. Insert (penyisip)
14. Union(union)
15. Union Tee
16. Red union (union pemerkecil)
17. Union cross
Jenis-jenis alat sambungan cabang berupa olet :
1. Elbowlet (letakan siku)
2. Latrolet (olet lateral)
3. Sweepolet (olet corong)
4. Sockolet (olet sock)
5. Threadolet (olet ulir)
6. weldolet (olet las)
Jenis-jenis perlengkapan khusus :
1. Spectacle blind (kacamata buta satu)
2. Blind and spacer (buta dan penjarak)
3. Line blind (buta jalur)
4. Spacer (penjarak)
5. Expantion joint
6. Hose connection
7. Swivel joint (sambungan swivel)
8. Steam Trap (perangkap uap)
9. Strainer (saringan)
10. Safety shower (pancuran pengaman)
11. Inline mixer (pengaduk dalam)
12. Exhaust head (kepala pembuangan)
13. Instruments
Jenis gasket
1. Ring gasket
2. Oval ring gasket
3. Full face gasket
4. Flat ring gasket
5. Spiral gasket
Jenis bolt
1. Machine bolt (baut mesin)
2. Stud bolt (baut paku)
3. Cap screw (ulir penutup)
SISTEM PERPIPAAN DAN DETAIL
Pada dasarnya sistem pipa dan detail untuk setiap industri atau pengilangan tidaklah jauh berbeda, perbedaan-perbedaan mungkin terjadi hanya pada kondisi khusus atau batasan tertentu yg diminta pada setiap proyek.
Pabrikasi pipa dapat dilakukan pada bengkel-bengkel di lapangan atau pada suatu pembuatan pipa khusus di suatu tempat lalu dikirim kelapangan, baik melalui transportasi laut atau darat, sehingga dilapangan hanya merupakan penyambungan saja. Hal ini menguntungkan dari segi waktu, ongkos kerja dan pekerjaan dilapangan. Pemilihan keputusan untuk pabrikasi pipa di suatu bengkel dilapangan atau di suatu tempat di luar lapangan bahkan dinegara lain, memerlukan perhitungan teknis dan ekonomis secara cermat.
Pemasangan pekerjaan perpipaan dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian sbb:
1. Pipa diatas tanah
2. Pipa dibawah tanah
3. Pipa dibawah air ( didalam air)
Pemasangan sistem perpipaan diketiga tempat ini baik pipa proses ,pipa utiliti mempunyai permasalahan masing-masing dan dalam buku ini hanya akan disinggung butir satu dua.
PEMASANGAN PIPA DI ATAS TANAH
Pemasangan ini dapat dilakukan pada rak pipa (pipe Rack), diatas penyangga penyangga pipa, atau diatas dudukan pipa (sleeper). Pada pemasangan pipa diatas tanah ini dapat pula dimasukkan pipa peralatan (equipment) yaitu yg meliputi pipa kolom dan vesel, pipa exchanger, pipa pompa dan turbin, pipa kompressor dan pipa utilitas. berikut akan dijelaskan sebagai berikut :
Pipa Kolom dan Vesel
Pipa yg akan dipasang pada kolom dan vesel harus ditempatkan secara radial disekitar kolom di bagian jalur pipa, jalan orang, platform dibagian access. Untuk pipa 18″ keatas bisa langsung dilas ke vesel, kecuali pertimbangan pemeliharaan dan akan digunakan sambungan flange. Sambungan dalam skirt tidak boleh ditempatkan katup atau flange. Penggunaan vent atmosferis berkatup dan bertudung harus disediakan pada tempat lokasi titik tertinggi dari vessel atau jalur pipa diatasnya, sedangkan drain dipasang pada tempat lokasi terendah yg akan ditentukan oleh P&ID.
Katup pelepas tekanan yg membuang kedalam sistem blowdown tertutup harus ditinggikan guna memungkinkan bagian pengeluaran pengaliran sendiri ke dalam sistem blowdown. Katup pelepas tekanan yg membuang uap ke udara bebas harus dilengkapi dengan pipa paling sedikit tiga meter diatas setiap platform dalam radius 7.5 meter, juga disediakan lubang pembuangan yg besarnya 6 mm(1/4″) dibawah pipa guna mencegah akumulasi cairan.
Pipa Exchanger
Pemasangan pipa pada exhcanger tidak boleh dipasang diatas daerah-daerah kanal, tutup shell dan fasilitas fasilitas lain yg telah terpasang pada exchanger atau handling yg suka digunakan. Ruang-ruang bebas untuk pemasangan flange exchanger harus disediakan. Spool dipasang diluar nozzle kapal guna memungkinkan pemindahan bundel pipa exchanger.
Pipa Pompa Dan Turbin
Pipa suction atau pipa yg mengalirkan aliran disebut juga pipa hisap harus diatur sedemikian rupa guna mencegah penurunan tekanan dan kantung uap yg dapat pula menimbulkan kavitasi pada impeler. Apabila perubahan ukuran diperlukan untuk mempercepat atau memperlambat aliran, maka reduser eksentris harus dipakai bilaman kantung tanpa vent tak dapat dihindari. Pemasangan pipa pada pompa dan turbin harus diatur sedemikian rupa, sehingga mudah untuk perawatan dan perbaikan. Hal ini penting untuk mencegah pembongkaran besar yg tak perlu pada pemeliharaan dan perbaikan pipa. Saringan permanen dan sementara harus disediakan pada inlet pompa dan turbin. Sedangkan untuk aliran panas dan dingin harus diperhatikan fleksibilitasnya, begitu pula kedudukan-kedudukan penyangga haruslah baik dan dapat mengatasi getaran-getaran yg diakibatkan motor pipa serta aliran.
Pipa Kompresor
Pemasangan pipa pada kompresor harus diatur perbaikan dan pemeliharaannya. Sambungan pipa dengan menggunakan flanges lebih diutamakan demi memperlancar jalannya perbaikan dan pemeliharaan. Pipa hisap (suction) dan buang (discharge) harus benar-benar diperhatikan fleksibilitasnya, terutama untuk temperatur rendah atau tinggi atau tekanan tinggi. Masalah getaran termasuk bagian terpenting pada pipa kompresor ini, akibat adanya beban dinamis yg berhubungan dengan kompresor ini. Karena itu masalah penyangga, guide dan anchor juga harus menjadi perhatianbagian perencana teknik.
Pipa Utilitas
Pemasangan pipa utilitas ini harus benar-benar direncanakan sehingga kebutuhan utilitas di proyek dapat terjangkau penggunaanya. Pipa utilitas seperti apa yg lain haruslah direncanakan beroperasi pada temperatur dan tekanan berapa. Perencanaan sub header haruslah dapat memenuhi daerah equipment proses atau kelompok peralatan lainnya yg memerlukan jalur utilitas. Sambungan cabang haruslah dibuat dari atas header. Apabila aliran utilitas berupa uap jangan lupa membuat kantung kantung uap pada setiap daerah titik terendah dimana aliran akan mendaki dan diperhitungkan tidak boleh lebih dari 40% tekanannya dalam jarak yg dihitung dalam feet.

SISTEM PERPIPAAN

Pendahuluan
Ribuan tahun yang lalu digunakan untuk mengalirkan air sebagai kebutuhan air minum dan irigasi bambu digunakan di Cina sedangkan orang Persia dan Romawi menggunakan aqueducts sebagai bahan pipa 400 SM Cina memakai bambu untuk mengalirkan gas alamm ulai awal abad ke 18 teknologi bahan pipa mengalami perkembangan yang pesat Saat ini penggunaan sistem perpipaan sangat luas 
a
Sekilas tentang sistem perpipaan 

Pipa : Untuk mengalirkan fluida (zat cair, gas) dari satu atau beberapa titik ke satu atau beberapa titik lainnya 

Pengaliran fluida : 
  • · Tidak boleh bocor 
  • · Untuk mengalirkan fluida perlu perbedaan tekanan antara titik awal dan titik akhir. 
  • · Harus diatasinya perlawanan/gesekan pipa pada fluida 
  • · Kedua hal diatas memerlukan energi 
Code, Standard & Regulation 

Tujuan Standard dan Code : 
  • · Untuk mendapatkan kepastian agar system pipa aman dan tidak membahayakan jiwa manusia 
  • · Mengurangi biaya, hal-hal yang menyulitkan dan hal-hal yang tidak pasti. 
Code :
A group of general rules or systematic standards for design, materials, fabrication, installation, and inspection prepared in such a manner that it can be adopted by legal jurisdiction and made into law 

Standard : 
Documents prepared by a professional group having requirements believed to be good and proper engineering practice and which are written with mandatory requirements (i.e. the verb shall is used)

Recommended Practice : 
Documents prepared by a professional group indicating good engineering practices but which are optional (i.e., the verb should is used) 

Guides and Guidelines : 
Documents by agencies, organizations, and committees enumerating various engineering methods which are considered good practice, without any specific recommendation or requirement. These guides may be used at engineer’s discretation 

Contoh Code & Standard dari USA
  • ANSI/ASME B31.1 Power Piping 
  • ANSI/ASME B31.2 Fuel Gas Piping 
  • ANSI/ASME B31.3 Chemical Plant & Petro. Ref. Piping 
  • ANSI/ASME B31.4 Liquid Transportation Piping System 
  • ANSI/ASME B31.5 Refrigeration Piping 
  • ANSI/ASME B31.7 Nuclear Power Piping 
  • ANSI/ASME B31.8 Gas Trans. & Distribution Piping 
  • ANSI/ASME B31.9 Building Service Piping
Contoh Standard dan Code lainnya.

Piping Dimension :
ANSI B 36.10 for all pipes 
ANSI B 36.19 for SS and aluminum alloy pipe 

Flange : 
ANSI B 16.5 for 24” and smaller size 
API 605 FOR 26” and larger size 

Valve : 
API 598 for valve inspection and test 
API 604 for flange end ductile iron valve 
API 609 for butterfly valve 
Contoh Standard yang dibuat Negara lain
DIN (Jerman)
JIS (Jepang) : 
BS (Inggris) 
AFNOR (Perancis) 
CSA (Kanada) 
NSI (Indonesia) 
Dll

Jenis Pipa

· Tanpa sambungan (Seamless) 
· Dengan sambungan (ERW dan EFW) 

Bahan-bahan Pipa

· Carbon Steel 
· Carbon Moly 
· Galvanized 
· Ferro Nickel 
· Stainless Steel 
· PVC 
· Dll 

Komponen-komponen pada sistem Pipa

· Pipa • Special Item 
· Flange • Baut 
· Fitting • Gasket 
· Valve 

Jenis-jenis Flange

· Blind flange 
· Weld neck flange (WN) 
· Weld neck orifice flange 
· Slip on flange (SO) 
· Socket reducing flange 
· Socket weld reducing flange 
· Socket weld flange (SW) 

Jenis-jenis Pipe Fitting

· Elbow, dengan sudutnya 45, 90 dan 180 
· Reducer, jenisnya concentric dan eccentric 
· Tee jenisnya Equal dan Un-Equal Tee 
· Cross (silang) 
· Cap (Tutup) 
· Coupling, jenisnya full dan reducing 
· Union 
· Elbolet 
· Sockolet 
· Latrolet 
· Weldolet 
· Dll 

Jenis-jenis Valve

· Gate 
· Ball 
· Globe 
· Check 
· Butterfly 
· Diapragma 
· Knife 
· Needle 
· Plug 

Jenis-jenis Baut

· Machine Bolt 
· Stud bolt 

Jenis-jenis Gasket

· Ring 
· Oval Ring 
· Full face 
· Flat ring 
· Spiral 
· Double jacketed 

Material Gasket

· Asbestos 
· Graphite 
· SUS 304 
· Aluminium 
· Rubber 
· Plastik seal 

Special Item

· Spectacle blind 
· Spade 
· Spacer 
· Expansion joint 
· Flexible hose 
· Swivel joint 
· Strainer 

· Steam trap 

· Dll 

DOKUMENTASI TEKNIK SISTEM PERPIPAAN

Tanggung jawab Department Engineering
  • · Rekayasa sistem perpipaan, perancangan dan layout 
  • · Analisis tegangan pada pipa 
  • · Perancangan tumpuan pipa 
  • · Pipe rupture restrain and jetshield design 
  • · Mengkoordinir kontrak dengan pembuat pipa 

Tanggung jawab Piping Engineer meliputi pula hubungannya dengan departemen lain dalam organisasi proyek sehingga perancangan, pembelian dan pemasangan sistem perpipaan yang memenuhi standard dan kode,spesifikasi teknik, jadwal konstruksi dan biaya yang direncanakan sesuai atau seiring dengan perancangan, pembelian dan pemasangan pekerjaan di departemen lain atau dengan proyek secara sistim keseluruhan. 

Dokumen Sistem perpipaan meliputi 
  • · Flow diagram atau P&ID 
  • · System design description 
  • · Piping drawings 
  • · tress isometric 
  • · Fabrication isometric 
  • · Support and restrain drawing 
  • · Stress analysis reports 
  • · Pipe rupture drawings 
  • · Jet impingement drawings 
  • · Certified spool piece sheet 
  • · Erection isometric 
  • · Technical specification 
  • · Design specification 
  • · Valve and miscellaneous in-line 
  • · Drawings 
  • · Composite drawings 
  • · Scale model 
  • · Piping in service inspection drawings 
  • · Engineering and design guides 
  • · Construction department schedule 
  • · As-built drawings 
  • · Design and field changes reports. 
Tahapan persiapan dokumen teknik
  • · Tahap 1 Persiapan spesifikasi proyek/modifikasi, penentuan dan pemesanan komponen utama 
  • · Tahap 2 Estimasi biaya proyek maupun estimasi selama proyek berlangsung. Perancangan detail sudah harus dimulai dengan penekanan pada penentuan spesifikasi, gambar dan daftar peralatan 
  • · Tahap 3 Finalisasi perancangan detail dan gambar detail 
Diagram alir, line list dan spesifikasi perancangan
  • Diagram alir suatu sistem perpipaan menggambarkan jenis peralatan yang dipakai dalam aliran proses serta hubungannya satu peralatang dengan yang lain 
  • Hubungan antara pipa dan peralatan yang menunjukkan fungsinya masing-masing dalam aliran proses digambarkan cukup jelas . 
  • Diagram alir dalam sistem perpipaan dikenal dengan nama Piping and Instrumentation Drawing (P&ID) 
  • Contoh : 400-CWR-81108-AA2F-NI 
  • Angka 400 menunjukkan diameter nominal pipa 400 mm (16’) 
  • CWR adalah jenis fluida 
  • 81108 angka 8 pertama menujukkan pipa berada di area 8 dan angka 11 menunjukkan pipa no 11 diarea 8 
  • AA2F menujukkan class pipa 
  • NI berarti Not Insulation 
Demikian banyaknya nomor pipa yang terdapat dalam suatu gambar diagram aliran suatu proses maka biasanya dibuatkan tabel yang berisi bermacam-macam nomor garis yang disebut line list (line index).

Pada line list disebutkan juga spesifikasi perancangan, baik untuk keperluan perancangan maupun keperluan konstruksi yang dibutuhkan dalam proyek/modifikasi. 

Spesifikasi perancangan meliputi kode/standar yang dipakai,material pipa,teknik fabrikasi,support dan komponen-komponen lain yang dibutuhkan. 

Contoh line list (line index) untuk pipa 


Layout Sistem Perpipaan (Piping Layout)

Diagram alir,line list dan spesifikasi perancangan digunakan oleh perancang sistem perpipaan untuk dapat membuat layout sistem perpipaan dan membuat gambar-gambar rancangan 

Piping layout akan membantu perancang, pelaksana maupun maintenance sehingga secara sistem akan diperoleh sistem perpipaan yang optimum, artinya akan menghasilkan rancangan sistem perpipaan yang relatif mudah untuk dipasang dan mudah pula perawatannya 

Perancangan piping layout harus memperhatikan kemudahan diakses dan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan saat perawatan 

Contoh gambar minimum access dimensions


Contoh gambar maintenance pointers, convenient valve location 





Piping Design Drawing
Setelah piping layout selesai dibuat maka piping design drawing harus segera dibuat Piping Design drawing menunjukkan rute dari sistem perpipaan. 

Pada piping design drawing pandangan atasnya biasanya disebut plan view dan pandangan depannya disebut elevation view 


Contoh gambar plan view piping dan elevation view of piping

Komponen pada sistim perpipaan seperti valve , flange atau reducer digambar sebagai simbol dalam gambar piping design drawing

Piping design drawing harus diplotkan kepada gambar layout dimana piping akan diletakkan atau dipasangkan. 

Ukuran panjang utama dan posisi piping desig drawing harus dicantumkan. 

Contoh gambar piping sistem yang diletakkan pada suatu bangunan persegi


Contoh piping sistem untuk bangunan yang berbentuk lingkaran 

Gambar Komposit dan Model Skala

Gambar komposit merupakan gambar gabungan dari beberapa disiplin bidang seperti piping, civil (bangunan atau struktur) ,dsb sehingga koordinasi pekerjaan antar disiplin/departemen dapat terjadi dengan baik. 

Maksud lain dari gambar komposit adalah untuk membuat alokasi ruangan bagi setiap peralatan 

Contoh gambar : Komposit sistem perpipaan dan peralatannya.

Cara lain untuk maksud yang sama seperti diatas adalah model skala. 
  • · Model skala adalah model 3 dimensi yang diperkecil dari model asli 
  • · Biaya untuk membuat model skala relatif mahal, sekitar 0.1% dari biaya total 
  • · Akurasi dimesi dari model skala tidak dapat dijadikan patokan. 
  • · Dimensi yang akurat dari bentuk sebenarnya tetap harus melalui gambar teknik. 
Gambar Isometrik sistem perpipaan

Dibeberapa jenis pekerjaan, ada kelompok perancang yang menjadikan gambar piping design drawing sebagai sumber informasi untuk pekerjaan perancangannya, tetapi ada juga kelompok yang sumber informasinya adalah gambar isometrik (3-dimensi) sistem perpipaan. 

Gambar isometrik digunakan jika yang dipentingkan adalah lay-out konseptual bukan dimensi skala eksak
Gambar isometrik untuk sistim perpipaan digunakan juga untuk keperluan proses pembanguan dan pemodelan untuk menganalisis tegangan. 

Contoh gambar Isometrik dari piping sistem 

Stress Isometrics
  • Stress isometrics dikembangkan dengan menggunakan piping drawings dan isometrics drawing sebagai acuan. 
  • Beberapa item, seperti katup (valve) dsb. Lokasi fungsi maupun garis aksi dari support harus diperlihatkan 
Dimensi antara titik nodal yang perlu diperhatikan dalam stress isometrics : 
1. Arah positif sumbu linier maupun angular sb. x, y dan z sistem koordinat global harus diberitahu. 
2. Posisi piping system harus mengacu pada lokasi bangunan. 
3. Penentuan titik nodal dibuat berdasarkan perkiraan letak terjadinya tegangan dan defleksi pipa yang tinggi, adanya tumpuan atau peralatan lain. 
4. Parameter lain dari perancangan perpipaan (seperti ukuran pipa, berat, temperature, tekanan, material berat katup dsb) dapat dicantumkan pada gambar isometriknya sendiri atau dapat juga dicantumkan pada dokumen pendukung lain. 

Contoh stress isometric dari suatu sistem perpipaan 

In-Service Inspection Drawings
Pada sistem yang normal dibutuhkan in-service inspection untuk memberikan deteksi awal terhadap potensi kegagalan dengan memberikan derajat perhatian yang proporsional untuk setiap jenis peratalan. 

Pada beberapa sistem in-service inspection (ISI) tidak dilakukan sampai terjadinya kebocoran 

Bagaimanapun pada power piping, pemeriksaan periodik untuk kebutuhan maintenance adalah penting.

Untuk nuclear power plant, Section XI of the ASME Boiler and Pressure Vessel Code menggambarkan aturan untuk in-service inspection. 

Perancangan sistem perpipaan harus dapat merefeksikan batas minimum yang dibutuhkan untuk peralatan yang mempunyai performance dengan batas tekanan inspeksi tertentu. 

Bagi keperluan in-service inspection dibuat gambar-gambar untuk membantu inspektor dalam pekerjaannya. 

Gambar yang dibuat dapat menggambarkan tentang las-lasan atau/dan komponen yang harus diperiksa 

Contoh Gambar untuk keperluan in-service drawing.


3 PIPING DESIGN LOADS

Pendahuluan

Pipe Stress Analysis 

Bertujuan untuk menjamin keamanan operasi sistem perpipaan dengan verifikasi integritas struktur yang mendapat berbagai kondisi pembebanan 

Hal diatas dapat dilakukan dengan melakukan perhitungan & perbandingan parameter berikut terhadap harga-harga yang diijinkan. 

· Tegangan yang terjadi pada dinding pipa 

· Perpindahan akibat espansi pipa 

· Beban-beban pada nozle 

· Frekuensi pribadi sistem 

Stress analysis juga bertanggung jawab pada penentuan beban-beban tumpuan (support) sehingga sistem dapat direstrain dengan baik

Piping Design

Dibagi menjadi 2 bagian besar : 

I. Overall system design : 

· Fluid distribution system 

· All in line equipment (vessel, pumps, valves) 

II. Detailed component design : 

· Component 

· Piping Support 

Analisis sistem memberikan input ke analisis komponen dalam bentuk beban-beban komponen dari sistem perpipaan dan beban-beban tumpuan

Sistem Perpipaan

Typically dibagi menjadi 2 kategori 

1. Hot system, design temp > 150oF (66oC) 

2. Cold system, design temp. < 150oF (66oC) 

Hot system pipelines memerlukan analisis fleksibilitas yang teliti untuk menentukan gaya-gaya thermal, tegangan dan perpindahan. 

Klasifikasi sistem perpipaan juga dilakukan berdasarkan fungsinya (dijelaskan dalam code) 

Piping Loads 

Jenis-jenis beban pada sistem perpipaan dapat diklasifikasikan menjadi 3 :

1. Sustained Load : 

Beban yang bekerja terus-menerus selama operasi normal (Contoh : berat, tekanan, dll) 

2. Occasional Load : 

Beban yang terjadi “kadang-kadang” selama operasi normal (Contoh : angin, gempa, dll) 

3. Expansion Load : 

Beban akibat perpindahan pada struktur pipa (Contoh : thermal expansion, diff. Anchor displacement. Dll) 

Beban yang bekerja pada sistem perpipaan harus diteruskan ke struktur bangunan penumpu melalui peralatan-peralatan penumpu & restrains.